Samar2 kulihat seorang gadis cantik mendekati wajahku dan mencium keningku dgn penuh cinta, lalu membersihkan luka2 ditubuhku dgn kain basah. Saat hendak kulihat wajahnya lebih jelas, seketika kegelapan menyelimuti mataku, aku tak bisa melihat apapun. Perusahaan listrik sialan, apakah jatah mati 4 jam sehari masih belum cukup? Mesti diselingi bonus2 kecil mati mendadak kayak beginian? Aku duduk dan menghidupkan lampu meja dari baterai. Ah, mimpi rupanya. Siapa gadis tadi? Yang jelas bukan istri tersayangku yg sedang lelap disampingku menikmati mimpi2nya.
Sibuknya tugas dikantor pasca promosi jabatan yg cukup signifikan membuat mimpi aneh penuh cinta itu terlupakan. Target monthly income yg harus dikejar serasa “mission impossible”, tapi dasar orang yg suka hal2 berbau “impossible” maka tetap kukejar target itu. Tidak tau apakah jadwal yg super sibuk ini utk membuktikan kemampuan diri ataukah hanya sekedar pelarian utk melupakan Michelle-ku. Sialnya, setiap kesibukan sudah mengambil alih 90% konsentrasi otakku, selalu ada saja yg iseng muter lagu Eric Clapton yg satu itu. Tidak peduli di kantor, di Mall, atau sedang santap malam dgn tamu. Mendengar intro-nya saja sudah me-reset hampir 50% konsentrasi di otak.
Hari ini cukup melelahkan, ada audit dari Vendor pusat ttg kelengkapan peralatan dan skill “anak-anakku”, tentu saja di sertai santap malam dan snooker seperti biasa. Aku tidak begitu suka clubbing, jadi kucoba menanamkan faham snookerisme ke mereka yg kebetulan juga snooker-mania. Sampai di rumah langsung rebahan di tempat tidur, sendirian, krn istri dan anak2 lagi liburan pulang ke kota asal. Langsung saja rasa ngantuk menyerang dan tertidur.
Tiba-tiba sebilah pedang terayun ke arahku, dgn refleks aku berguling ke sebelah dan melompat bangkit, seseorang berwajah tampan dgn baju zirah model Dinasti Ching, atau apalah namanya memegang pedang berkilau kembali menyerang. Aku melihat sekeliling dipenuhi prajurit2 jaman Dinasti Ching (anggap aja begitu, krn aku tak tahu dinasti apa saat itu) dan baju zirahnya terdapat lambang yg sama dgn jendral yg menyerangku tadi. Terasa sentuhan tubuh lembut dipunggungku bersamaan bau harum tertangkap hidungku. “Kita sudah terkepung, sampai jumpa di reinkarnasi berikutnya, sayang”, suara merdu gadis yg saling beradu punggung dgn ku. Suaranya terasa akrab dan menimbulkan detak2 aneh dijantungku. “Tidak”, kataku, jendral tadi menyerang lagi, saat dia hampir sampai, tiba2 aku memindahkan pedangku yg sudah patah ke tangan kiri, berhasil…, perhatian si jendral terpecah, aku berhasil menjatuhkan pedangnya dgn pedang patahku dan menangkap tangannya lalu melemparkan dia kearah lapisan prajurit yg paling sedikit. Refleks kutarik tangan gadisku itu mengikuti arah lemparan tubuh jendral tadi, tak kusangka aku punya simpanan tenaga sekuat itu. Dgn si jendral sebagai tameng kami berhasil menerobos kepungan, setelah berada diluar dgn cepat kukeluarkan belati kecil yg tersimpan di lengan baju zirah dan leher sang jendral segera menjadi sasaran. Ia terpelanting kesamping tak bernyawa. Aku tersenyum pada gadis itu dan menatap wajahnya, terkejut bukan main sambil terbangun dari mimpiku.
Rupanya aku tertidur, belum sempat mandi, mimpi aneh lagi. Tapi wajah gadis itu sama seperti mimpi yg pertama. Sensasi yg aneh dan penuh cinta, tapi juga sedih saat melihat wajahnya. Selesai mandi, kucoba tidur dan bermimpi tapi sampai alarm pagi membangunkan tidak ada mimpi apapun lagi. Busyet, tahun-tahun belakangan ini aku begitu takut dgn mimpi. Dua bulan setelah mimpi melihat gedung bertingkat runtuh berantakan di TV, terjadilah peristiwa terorisme di WTC, dan aku menyaksikan melalui TV gedung WTC runtuh akibat tubrukan pesawat persis seperti di mimpi. Setahun sebelum Michelle lahir aku pernah mimpi terbangun diruangan rumah sakit yg sisi dekat jendelanya bergantungan popok-popok bayi. Saat Michelle opname dirumah sakit, aku betul2 terbangun dan pemandangan yg tertangkap mataku persis seperti mimpi setahun sebelumnya itu. Apa maksudnya Tuhan memberiku video klip yg cuma sekilas itu dan aku tidak tahu kejadian apa itu sampai aku mengalaminya, sungguh tersiksa.
Obsesi itu membuatku mengobrak-abrik Gramedia dan kemudian perpustakaan “paman Google” di Internet utk menemukan cara mengingat kembali reinkarnasi sebelumnya. Dan berakhir dgn tips dari seorang teman ngobrol dari negeri seberang tentang cara meditasi utk melakukan perjalanan ke kehidupan sebelumnya. Mumpung aku lagi sendiri jadi bisa mempraktekkannya tanpa diganggu celoteh anak2 tersayangku. Tapi sebelumnya, isi perut dulu. Pulang kantor terasa lapar, di rumah ga ada yg masakin. Saat menyeberang ke kedai kopi favoritku, sebuah motor menyerempet ku tepat di atas perut, pengendaranya terjatuh di aspal. Busyet, dalam kemarahan kuhampiri pengendara yg jatuh itu, ku jambak kerah jaketnya dari belakang dan kubuka helm-nya. Dan, kemarahanku hilang entah kemana, bukan karena dia seorang gadis cantik, tapi wajah itu…, wajah yg menghampiri ku di mimpi pertama dan kuselamatkan dalam mimpi kedua, dan sekarang menyerempetku dalam dunia nyata.
“Ampun Mas, ampun…”, suaranya menyentakkanku dari shock sesaat. “Saya akan ganti kerugian Mas”.
Isengku datang menghampiri, “Tungguin gwa habis makan dulu, ntar gw kasi tau brapa kerugiannya”.
Anehnya dia mau aja menungguin gw makan dgn bajuku yg robek keserempet tadi, untung masih ada T-Shirt di dalam. “Bakmi-nya pesan dua bu,”
“Maaf Mas, saya ga laper”.
“Harus”, kataku seram, dalam hati senyam-senyum.
Wajahnya benar2 persis seperti yg di mimpi, dan perasaan aneh, cinta dan sedih itu juga datang saat menatap wajah cantik itu, hanya saja di mimpi dia memakai riasan gadis2 jaman Dinasti kuno. Selesai makan, wajahku berubah normal, “ Ya sudahlah, kamu boleh pulang. Hati2 jangan nyerempet orang lagi.”
Sampai di rumah semangatku utk “journey to my past lives” tambah menggebu2. Setelah mandi dan rileks dgn aroma therapy, meditasi ku mulai. Ku kosongkan pikiranku dan mencoba mendaki tangga2 dalam imajinasiku, berkali2 kucoba tips yg kudapat tapi selalu gagal dan tidak ada apa2 sampai tertidur pulas.
Aku dan sigadis sampai di hutan setelah terbebas dari kejaran prajurit dinasti Ching, “Sebaiknya kita beristirahat sambil ku rawat luka2mu,” kata si gadis. “Jalan ke ibukota terlalu berbahaya ditempuh malam hari dgn kondisimu seperti ini”.
Aku pasrah, krn memang lukaku cukup lumayan, sayatan panjang di atas perutku mulai terasa kaku. Aku berbaring lelah, dia membuka baju zirahku lalu membersihkan luka2ku dgn kain yg dibasahi air yg diambil dari sungai di dekat kami lalu dibubuhi obat. Lalu ia menghampiri wajahku dan menciumku dgn penuh cinta.
“Kalau tadi kita tewas, di reinkarnasi berikutnya apakah kamu masih akan mengingatku?” senyum gadis itu menyejukkan luka2ku.
“Sumpah, di reinkarnasi keberapapun aku akan tetap mencarimu, kamu akan jadi istriku di reinkarnasi yg keberapapun, cintaku tidak akan luntur walaupun oleh seribu reinkarnasi sekalipun.” Aku memeluknya erat seakan tak mau berpisah walau oleh maut sekalipun.
Besoknya kami sampai di sebuah kota kecil kira2 empat hari perjalanan dari ibukota, ternyata 3 orang pengejar kami lebih dulu menyapa dan kami terpaksa menghadapi mereka. Aku baru saja menghabisi dua orang pengejar yg kuhadapi saat yg bertempur dengan gadisku menyambar seorang anak 8 tahun yg berdiri didekat sana dan melemparnya ke gadis itu. Gadisku terpaksa membelokkan pedangnya supaya tidak melukai anak itu, tidak disangka2 anak kecil yg sudah didekapan gadisku mengeluarkan belati kecil kehitaman langsung dihujamkan ke perut si gadis. “Xien..!!”, sebuah nama keluar dari tenggorokanku melihat kekasihku jatuh lunglai. Aku terlambat, walaupun anak kecil itu sudah kuhabisi dgn sekali tebas. Tubuhnya jatuh di pelukanku dgn perut robek dan berwarna kehitaman karena racun dari belati, nafasnya mulai sesak.
“Janji ya, cari daku di reinkarnasi berikutnya sayang…”
Kupegang tangannya, “Aku bersumpah, kita akan bersama sebagai suami-istri di kelahiran berikutnya.”
Kucium bibirnya yg mulai hitam dgn penuh airmata sambil melihat dia pergi meninggalkanku. Kugendong tubuhnya yg tak bernyawa lagi berlalu dari tatapan orang2 di kota kecil itu.
Malamnya aku berbalik arah kembali menuju tempat tinggal Jendral Xu. Menyelinap ke rumahnya sementara dia masih di perjalanan mengejarku ke Ibukota, kuhabisi semua anak2 kesayangan Jendral Xu, ya hanya anak2 nya, yg masih bayi maupun yg sudah besar. Aku ingin dia merasakan bagaimana kehilangan orang yg disayangi.
Tiba2 aku terbangun kaget, keringat dingin saat mengingat kesadisanku menghabisi anak2 kecil dalam mimpi itu. Ah…, karma ku di kehidupan sebelumnya harus kubayar sekarang ini dgn Michelle ku. Sungguh sebuah harga yg sangat amat mahal. Memang balas membalas tiada akhirnya, menembus batas reinkarnasi sekalipun.
Sungguh tak disangka kami bertemu lagi di sebuah toko buku kecil, saat aku lagi ngotot mencari buku ttg “kehidupan sebelumnya” yg memang sulit ditemukan. Sejak saat itu hubungan manis itu berlanjut lagi, melanjutkan hubungan dari masa Dinasti Ching mungkin… Selingkuh? Sudah pasti. Rasa cinta dari zaman kuno itu sulit dibendung, ditambah rasa penasaran dan semua rasa2 yg ada dikehidupan ini. Mungkin juga krn sumpah yg pernah kuucapkan padanya sebelum terpisah oleh maut. Sampai suatu hari kemampuan bermimpiku di beri kekuatan baru oleh Tuhan.
Tiga bulan setelah kami bertemu, aku bermimpi sedang berada ditengah hiruk pikuk rumah sakit sedang menuju ruang UGD krn “Xien” (aku memanggilnya dgn nama yg sama) jadi korban tabrak lari org2 iseng yg kebut2an ditengah kota. Kalau saja aku masih punya kekuatan dari jaman Dinasti dulu, pasti kucari dan kuhabisi keparat2 iseng itu. Tapi sampai kapan ya? Soalnya keparat2 seperti itu terus bermunculan tiada habis, produk jaman mungkin, atau produk dari para orangtua mereka yg moralnya tak beda jauh. Berada di ruang2 rumah sakit merupakan trauma tertentu bagiku, mengingatkan kembali ttg Michelle. Bekas luka hati tiga tahun yg lalu itu kembali berdenyut2.
Aku sempatkan melihat tanggal di jamku, 3 Desember… Hatiku hancur melihat kondisi Xien yg parah, aku menciumnya penuh cinta sambil berbisik “Bertahanlah utkku, jgn biarkan kita berpisah dgn cara yg sama seperti dulu. Saat kutatap wajahnya aku terpana, wajah itu sekarang menjadi wajah istriku tersayang. Aku tersadar dgn tubuh penuh keringat, mimpi lagi… kutatap istriku disebelah yg sedang lelap. Segera kucium wajah indah itu. Ada suara berbisik dari kedalaman, “Engkau punya pilihan, Xien atau istrimu yg akan berada dirumah sakit”
“Tuhan, ini sama sekali bukan pilihan… ini sulit sekali.”
Tapi suara itu tak ada lagi. Sunyi senyap.
Hari ini sudah 2 Desember, besok aku harus menentukan pilihan, yg dua2nya menghancurkan hatiku sehancur2nya. Sorenya aku mengajak Xien makan di tempat biasa, dgn situasi yg tidak biasa. Aku ceritakan semua padanya. Melihat wajah cantiknya berurai airmata, aku sedih.
“Maaf, ini salahku memulai sesuatu yg tidak bisa kuselesaikan dgn baik. Aku berjanji di reinkarnasi berikutnya tidak akan menikah sampai bertemu dgn mu.”
“Maaf telah kulanggar sumpahku padamu, semoga kamu bisa mendapatkan yg lebih baik di reinkarnasi ini.”
Kami berpisah dgn pelukan terakhir, bersamaan dgn selesainya lagu “Heaven Knows”-nya Rick Price.
“Tuhan, aku sudah menentukan pilihan, yg ketiga… krn aku yakin Engkau Sang Empunya pasti ada lebih dari hanya dua.” Aku hapus semua no kontak Xien dari ponselku. Aku pilih melanggar sumpahku pada Xien, aku tidak ingin menyakiti istriku tercinta, aku sayang pada anak2ku.
Hari ini 10 Desember, semua yg aku sayangi masih utuh. Terimakasih Tuhan, semoga Xien juga engkau jaga. Aku terus terang tidak tau keadaannya krn sudah berjanji tidak akan ketempatnya lagi dan mencari tau. Sorenya masuk sebuah sms,
“Aku masih diijinkan menikmati kehidupan ini, sampai jumpa di reinkarnasi berikutnya, dan ingat janjimu
” yg lalu kubalas
“Pasti, selamat menikmati kehidupan yg diberikanNya.”
Setelah itu kuhapus pesan tadi dan pengirimnya dari gadgetku. Terimakasih Tuhan, sudah memberiku otak yg cemerlang sehingga bisa memikirkan pilihan ketiga.




T_T
Hiks… memang, syukurilah apa yang kita miliki sekarang. janganlah disia-siakan..
wew.. jadi kepikiran buat nulis tentang reinkarnasi nih..
..dan, ah! meditasi.. kok aku bisa lupa ya, udah lama ga meditasi
.
.
.
.
.
.
eee… kok masih ada michelle.. ^^;
Masih ada dong… itu kan bintang utamanya .. ya gak? ya gak? hehehe..
Gw jadi mikir, mungkin itu sebabnya Tuhan ga ijinkan kita ingat kembali hal2 di kehidupan sebelumnya.
Sukse membuat aku kangen, tahu T___T
Heheheee… Kepikiran teori reinkarnasi terus ya…?
Sudah deh, bagi aku, ga penting gimana reinkarnasi…yang penting jalani yang ada sekarang aja.
[...] keputusan ini adalah sebuah dilema, harus memilih hingga hampir mati [...]
Back to blogging…
@Hati Malaikat
Bagi gw reinkarnasi adalah sesuatu yg menarik utk dipelajari dan diresapi, bila perlu dicari tau gimana caranya utk bisa melihat kilas baliknya hehehe….
Wah cerita manis tentang dilema reinkarnasi, namun akhirnya di selesaikan juga karena adanya reinkarnasi.
menurutku bukan karena ingat kehidupan sebelumnya, tapi di karenakan telat mengingatnya.
Begitulah bung Dana…, paling tdk teori karma dan reinkarnasi bisa membuat kita berpikir bbrp kali bila hendak berbuat hal2 jahat, termasuk korupsi, narkoba, dan moral bejat yg lain
(“,) master lee
adeuuhhh….
wuaaaa… ini semacam journey to past lives gitu yah..???
asik bangets ya kalo bisa tau masa lalu kita
hmm..ato jangan2 malah menakutkan…
tak banyak dari kita yg sanggup melihat lagi betapa banyak kesalahan n kebodohan yg pernah kita buat.. wish i could turn back time.. hiks
iya Bhita, asik punya tuh kalo bisa “journey to past lives”, supaya tidak menakutkan mulai aja dari sekarang berbuat yg baik2 aja. Jadi ntar kalo sudah di depan dan mau “journey back” video klip yg terpampang kan yg asik2 aja kan.
try this for fun…
takut..tp penasaran nih….
http://thebigview.com/pastlife
ada ga yg bisa ngajarin gimana cara bisa masuk ke past lives kita?
@Bhita
Wah… site-nya cukup menggoda krn kebetulan (atau memang iya?) gw suka nyanyi. Caranya utk Past live regression? Ntar gw posting, tapi hasilnya (baca resikonya) tanggung sendiri yach, soalnya blm sempat gw coba hehehe…
*tolah toleh*
salam kenal!!!!!
*salaman*
*dihajar massa*
@chiw imudz
wuih.. ada si jago IT
salam kenal juga…
heh!saya ini perempuan!
mana ada jago cewek?
@chiw imudz
ada dong…. Ibu Kartini itu kan jagoan cewek…, Queen Elizabeth, Mother Theresa, steffie Graff, Anna Kournikova, Xena, Empress WuZe tian(Tang Dynasty), Murasaki Sikibu(Japan, Heian period), Eleanor of Aquitaine(Ratu Prancis), Queen Sondok(Korea, Silla Dynasty)… dan masih banyak deh…
ck ck ck…
apal bener ya, kalo disuru nyebutin cewe…
*kabooorrr*
[...] Bersambung ke sini… [...]
Mungkin dengan ini saya lukiskan posting ini…wah saya benar terharu….
Embun pagi…..
terasa sejuk menyentuh kulit ari
walau kemana aku pergi
namamu selalu terpatri
Walau semua telah tiada
engkau tinggal sebuah nama
namun senyum penuh pesona
selalu membuat aku terpana
Biar ini semua
jadi kenangan termanis dalam jiwa
suatu saat aku kesana
kita akan selalu bersama
@a ling
Puisinya sangat menyentuh, terimakasih.