Hari itu hari kebebasannya, bebas dari segala kutukan yg harus ditanggungnya demi keluarganya. Benarkah bebas? Mungkin tidak pikirku, krn masih kulihat galau diwajah tua itu. Dia masih harus menanggung vonis dari tetangga dan keluarganya. Wajah tua yg baru menghirup udara kebebasan diluar terali, menikmati matahari kebebasan utk memuaskan dahaga belasan tahun dikelilingi tembok kusam berbau pesing.
Hanya aku yg tau dia tak seharusnya mendekam 15 tahun, krn ia hanya satu dari dua org yg mirip dgn bajingan itu. Krn kata orang tua dulu, setiap manusia terlahir kedunia rohnya terbagi ke 3 orang, sehingga di dunia pasti ada 3 org yg berwajah hampir sama. Dan ia cukup “beruntung” karena terpilih utk menggantikan bajingan itu menanggung dosa2 dan perbuatannya. Dan bajingan itu mengganti semua itu hanya dengan sebuah rumah dgn sertifikat atas nama istrinya dan dana tunai 15 juta. Semua itu dia berikan utk keluarganya, tanpa setahu anak2nya yg masih kecil dulu.
Kopi yg dimeja mulai mendingin, tapi lamunannya belum usai. Lamunan tentang wajah anak2 yg dirindukannya. Sarapan dipiringnya masih setengah, terganggu oleh wajah istri tercintanya yg membayang di gelas minum.
“Ga usah dipikirin bung, nanti saya antar ke rumah.” Aku mencoba memecah lamunannya. Aku menjemputnya pagi ini, merayakan kebebasannya bersama. Mengenang kembali masa lalu saat kami berdua bergumul utk mengisi perut2 yang lapar ini, aku mengisi satu perut sedangkan dia 3 perut. Bahkan terkadang perutnya sendiri tak dihiraukan.
Dia tersenyum,” Cuma membayangkan wajah mereka.”
“Kenapa tak kau ceritakan saja semua itu?” tanyaku walau sudah tau jawabannya.
“Ga bisa Yong… semua itu akan direnggut dari mereka, tak boleh ada yang tau kecuali kita berdua”
Saat pertamakali dia menyampaikan tawaran itu, aku mati2an membujuknya agar tidak menerima. Tapi tekadnya sudah bulat, demi hidup istri dan anak2nya. Agar mereka tetap hidup dan sekolah, agar tak merasakan pahitnya di usir dari kontrakan. Karena kemiripan wajah, ia yang menggantikan terkurung dibalik terali, sementara si bajingan bebas berkeliaran di luar negeri sana.
Rumah itu masih seperti dulu saat kami sampai hari itu, bedanya sekarang usaha toko serba ada yg dikelola dgn modal yg dulu itu sekarang sudah maju. Usaha itu yang menyekolahkan anak2nya hingga seperti sekarang. Dan sekarang dikelola oleh putri dan istrinya. Putra tertuanya baru hendak berangkat kerja saat berpapasan di depan pintu, dia kerja di sebuah Perusahaan multinasional dgn jabatan tinggi dan fasilitas istimewa. Tapi rasa jijik diwajahnya tak bisa disembunyikan ketika melihat ayahnya datang.
“Oh, jadi kamu sudah bebas ya?” jawabnya sinis saat ayahnya menatap dgn mata berkaca2.
“Putra, jaga kata2mu. Dia ayahmu.” Kataku mengingatkan.
“Ayah?? Siapa yang mau punya ayah mantan residivis yg tak bertanggung jawab, meninggalkan kami seenaknya.”
“Putra..!!” aku membentak, mengepal tangan sekuat2nya sambil menahan emosiku.
“Sudahlah, bisa melihat wajah mereka saya sudah puas.” Katanya menenangkan diriku. Mungkin takut aku melukai anak2nya, seperti dulu aku pernah membantai 4 orang yg mengeroyoknya gara2 hutang.
“Ga pa2 Piet, hanya krn memandang wajahmu maka aku tak akan melukai anak durhaka itu”
Yang terjadi selanjutnya adalah drama yg menyentuh hati, pertemuan dua cinta yg terpisah belasan tahun. Ia merangkul istrinya seakan langit akan runtuh sebentar lagi, seakan tak ingin berpisah lagi. Baru hari itu aku melihat dia meneteskan airmata selama 20 tahun kami berteman. Ternyata perjumpaan itu memang benar2 hanya bbrp jam. Karena dia sudah merencanakan utk pergi kekota lain, yg bahkan aku sendiri tak tahu kota mana. Aku sempat menawarkan utk tinggal di ruko perusahaanku, krn kebetulan kosong malam harinya.
“Kamu tinggal di rumahku yg dijadiin kantor aja Piet, kan kamar atas kosong.”
Ia hanya mengangguk sambil tersenyum penuh terimakasih.
Besok paginya saat kubuka kamarnya hanya ada amplop berisi surat perpisahan. Ia memilih pergi ke kota lain, agar tak tergoda utk mengungkapkan alasan kenapa ia dipenjara. Aku sangat mengerti bagaimana pedihnya hidup ditengah cibiran anak2nya tanpa bisa membela diri. Ia lebih memilih mengubur rahasia itu dengan hidup sendiri dan jauh dari cintanya. Agar anak2nya tidak terjebak durhaka krn mengata2i dirinya. Ya.. istri dan anak2nya yg hanya sanggup dia cintai dengan sehelai nyawa tuanya sampai Tuhan memanggilnya kelak.
Ah.. sahabatku, kemana engkau pergi? Mengapa jalan penuh derita ini yg harus engkau pilih. Mengapa engkau tolak kebaikan dari sahabatmu ini hanya krn alasan tak ingin mencemarkan nama baikku. Persetan dengan segala macam nama baik, lebih baik kehilangan seribu manusia diluar sana yg hanya bisa melihat kulitnya saja daripada kehilangan engkau. Hanya aku dan Tuhan yang tahu kalau engkau seorang suami dan ayah yg sungguh baik…




Pertamaxxx!!!
Hmmm, cerita yang menarik
, hidup itu memang penuh warna, meskipun warna-nya tak selalu cerah, dan sang tokoh seperti-nya telah meng-ambil keputusan ter-baik menurut-ku tanpa harus menyakiti
CY : Yep…, kadang2 yg terbaik itu belum tentu bisa menyenangkan semua pihak bro, harus ada yg berkorban
Salut dengan pengorbanannya… Kisah nyata ya bro? errr.. pertamax?
CY : Hahaha… bukanlah bro, cuman cerpen asal2an
Hem, jadi inget lagu iwan fals nih. Seharusnya latarnya lagu itu bro, maka makin mantap nih.
CY : Oh ya.., lupa nambahin lagu hehehe… thanks utk idenya bro. Err.. judul lagunya apa ya
Rite, persetan!!
*lagi esmosi*
CY : Jgn emosi bung…, apanya yg rite dan apanya yg persetan hehehe…
CY lagi pengen jadi Ayah yah? …
-Ade-
CY : Oopss.. kencang banget hembusan issu-nya De… hihihi
Menyentuh. Seorang sahabat yang baik sudah menawarkan tempat tinggal. Zaman sekarang sudah sangat susah menemukan sahabat yang baik seperti itu.
Hidup memang suatu pilihan. Bila menurutnya pergi menjauh dari keluarganya ialah pilihan terbaik, biarlah dia menempuh perjalanan itu. Kita doakan bersama di manapun ia berada, ia selalu sehat-sehat saja. Dan moga juga ia menemukan kebahagian yang lain dalam kesendiriannya.
Sayang, anak2 yang tak pernah tahu bagaimana menghargai pengorbanan seorang tua. Sungguh bermalulah ia kepada padi yang tak pernah butuh jati diri.
Ups! salah ketik. Seharusnya pengorbanan orangtua. Lalu terketik seorang tua. CY, sih, menulis yang membuat saya mau menanggis membacanya. Cerita sedih, tragis, dan mengharukan.
CY : Ah hahaha…, saya sudah berusaha mati2an buat nulis cerita yg lucu tapi ga pernah bisa tuh.
kadang-kadang kita harus mengorbankan segalanya demi kebahagiaan orang yang kita cintai
setelah speechless di blognya Ade, saya speechless lagi disini
*menghela nafas….(lagi)*
CY : Kalo yg di tempat Ade itu kan kenyataan bro.., kalo yg disini cuman cerita karangan org kurang kerjaan hehehe…
CY pernah merasakan kebebasan semu? atau kebahagiaan semu? … koq jadi penasaran yah
-Ade-
@Ade
Kehidupan ini kan memang tak pernah ada yg benar2 bebas De…, kalo bahagia semu, yg gimana ya itu? Mungkin menghibur diri pura2 bahagia tapi dalam hati tertekan ya hehehe… ga tau ah, belum pernah sih
cinta,, deritanya tiada akhir,,
siiiippp!! bagus bgt deh cerita ini *bikin orang jadi pengen nangis karena terharu biru*,, hikz!!
duh..saya lagi mellow nih. jadi sedih juga baca cerita ini…
kasihan si ayah. tapi memang seperti makan buah simalakama. kalau cerita, habislah keluarganya. benar-benar dilema besar…
@tukang tebu
Halah…cengeng………..
nanti air tebunya jadi asin loh…………
Zing………………….
eh….balik lagi
@CY
cerita bagus…
semua pria pasti ingin menjadi suami dan ayah yang baik ( Pria yang Normal n otaknya gak bengkok)
@indra
thx..
eh.. nanti bukan pahit lagi ya air tebunya hahaha…
@CY: nulis lagi dong cerita yang lain … misalnya tentang “cinta berujung” atau tentang “napas buatan”
Ade tunggu.
-Ade-
CY : Bagaimana kalo ttg “dendam kekasih 7 reinkarnasi”
Apa benar ada hal yang seperti diceritain disini yah? Kalau ada tentunya benar-benar pengorbanan yang luar biasa. Pengorbanan menjadi ayah dan suami yang …
…
Kern sekali …
Kebanyakan orang, melihat orang yang keluar dari penjara identik dengan penjahat.Mungkin pergi dan jauh dari orang2 yang pernah kenal kita, mungkin jalan terbaik.Karena setiap orang yang melihat kita akan mengungkit2 kejadian yang sama.Sanggupkah kita menjalaninya?
Suami istri mesti ngak ada rahasia,harus diceritakan biar ngak salah paham.hanya itu kesalahannya.
Bungkam dan ngak bicara bukan penyelesai masalah.
Untung bukan di kehidupan nyata.Boleh jadi pelajaran juga.
CY : Sebuah rahasia besar mungkin sebaiknya hanya 2 org yang tau, jadi kalo bocor keluar pasti tau siapa yg membocorkan. Dia hanya takut sang istri bisa membocorkan keluar krn tak tahan tingkah laku anaknya.
[...] Juga sekaligus mengingatkan para orangtua bahwa menjaga kelancaran komunikasi dengan anak itu sangat penting agar kelak anak tidak berbuat salah. Dan mengingatkan kita bahwa ada hal2 tertentu yang tidak mungkin diceritakan orangtua pada kita krn bisa berakibat fatal seperti contoh di cerpen ini [...]
Langsung terbanya begitu banyak kesalahan saya kepada orang tua yang belum saya mintakan maaf
( Terima kasih ceritanya.
apakah orang indonesia juga merdeka semu? hmm..
CY : Sebenarnya sudah merdeka dulunya, cuman bbrp orang rakus menyerahkan diri kembali utk dijajah.
dan beberapa orang itu mengajak orang lain untuk menyerahkan kemerdekaannya
CY : Tepatnya, mengajak “dengan paksa”… sehingga generasi yg ga tau apa2 pun ikut terseret.