Bunga
April 29, 2008 oleh CY
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…
Puisi di atas adalah puisi yang di buat oleh seorang perempuan untuk para perempuan. Diposting oleh perempuan di sini. Namun dikopi paste oleh seorang pria saya.
Kalau saya menyatakan penyesalan terhadap kesalahan saya dgn cara “tidak mengulanginya” di kemudian hari, bukannya dgn memberi bunga atau hadiah lain. Karena saya amat sangat jarang sekali memberi bunga. Disamping itu kesannya seperti kita membayar seseorang utk merasakan perbuatan salah kita, istilah kasarnya membeli kelinci percobaan. Karena pendapat saya, dgn memberikan kompensasi (berupa bunga/hadiah) secara psikologisnya kita akan menganggap itu impas dan boleh dilakukan lagi dikemudian hari dgn kompensasi yg sama. So.., go to hell kompensasi kekerasan terhadap wanita hehehe…



say no to violence…..
mulailah dengan menghormati perempuan.
hohoho… ma kasih Mas….
CY : Your welcome
It’s a sad poem…it should be like this.
Last night, he hit me again and throw me against the wall.
I know that tomorrow he will give me another flower to say he’s sorry.
But, enough is enough.
I left the gas open.
And take my children in the middle of the night.
and get out from that house.
Away from him.
Police said, the gas filled up the whole house,
and when my husband lit his first cigarette.
He’s a human roast.
CY : Isnt it the same? revenge never end, brother…
Jaga dan Lindungi WANITA!
gw pernah melakukan kekerasan terhadap perempuan ndak ya?
Aku rasa, dg memberikan bunga ato hadiah laennya, itu bukan merupakan suatu pernyataan penyesalan. Itu cuma akal2-an aja.
Klo memang menyesal dg apa yg telah di perbuatnya, ya diperbaiki, jangan sampai terulang lagi.
So, setuju ma pendapat CY…
Aku pikir tadi puisinya, sarat makna sih….!
Bunga beri aku satu kesempatan lagi … [ini lyric lagu]
I miss you CY.