”Selamat siang, Bu. Saya tinggal di B, sudah berkeluarga selama delapan tahun dengan anak satu orang. Saya sedang bingung dengan kelakuan suami (36).
”Dari dulu saya tidak pernah menyetujui dia memasang internet di rumah karena takut dia akan kecanduan internet. Benar saja Bu, setiap ada kesempatan di rumah, dia pasti langsung on di internet. Dia juga jadi anggota Friendster, Persport, facebook, Date in Asia, dan lainnya yang saya tidak paham.
Di profilnya dia tidak pernah menyebut sudah menikah. Kalau tidak dikosongkan, statusnya diisi domestic partner. Kan, lucu ya, Bu?
Yang lebih menyebalkan, dalam profilnya disebut mencari teman perempuan untuk ”beraktivitas”, mencari teman kencan!!! Gila, kan, Bu.
Baru kemarin saya iseng buka semua profilnya, saya ganti statusnya dengan ”menikah”. Entahlah dia sadar atau tidak.
Saya sampai tidak bisa tidur nyenyak, gelisah, negative thinking terus kepada suami karena begitu saya tidur pasti dia leluasa chatting.
Saya pernah menanyakan maksudnya. Suami berkata, tenang saja, biasanya yang masuk ke internet orang yang banyak bohongnya.
Hal ini tidak bisa saya tolerir. Selingkuh menurut saya dimulai dari iseng-iseng seperti begini, apalagi kalau ternyata perempuannya merespons.
Sering sekali saya cek diam-diam, banyak perempuan yang diajak kenalan, diajak ketemu dengan dalih kerja sama bisnislah. Padahal, kalau ingin kerja sama, kenapa tidak juga dengan laki-laki?
Saya sudah tidak tahan, tidak habis mengerti kenapa dia ingin coba-coba dating dengan perempan lain? Ini, menurut saya, selingkuh di dunia maya, entah bagaimana kalau terjadi di dunia nyata. Sikap dia kepada saya jaim (jaga image). Kesannya baik, jujur, padahal saya tahu banyak bohongnya. Kalau saya menemani sampai malam, internet yang dibuka yang ”lurus-lurus” saja…. Saya jadi curiga terus dan hubungan kami jadi ”hambar”.
Saya harus lakukan apa? Padahal, saya orangnya tidak mandiri, sangat tergantung kepada orang lain, tidak supel, tidak aktif walaupun secara finansial bisa mandiri. Sampai sekarang saya bekerja dan dapat membantu keuangan keluarga”. Demikian Ny T.
Analisis
Aneka mainan elektronik, relasi/komunikasi dalam dunia maya seperti melalui browsing, download, chatting, friendster, dan facebook merupakan sarana mutakhir yang melancarkan komunikasi antarorang dan antarbeberapa orang tanpa harus bertatap muka.
Memang ada orang tertentu yang terkendala dalam berkomunikasi langsung karena alasan fisik atau psikis. Bisa saja orang tersebut tidak menerima tampilan dan kondisi fisiknya dengan jiwa besar karena merasa kurang keren atau secara psikologis terhambat dalam perkembangan sosial sehingga kurang percaya diri atau merasa rendah diri.
Jadi, bisa dipahami kehadiran berbagai fasilitas komunikasi dunia maya memudahkan orang tertentu mengatasi kesulitan dalam berkomunikasi langsung. Padahal, berkomunikasi dengan sesama merupakan kebutuhan hakiki manusia.
Melalui dunia maya, kebutuhan relasi itu lalu terpenuhi. Apalagi tanpa rasa salah, tanpa harus menyertakan perubahan air muka, dengan mudah seseorang mengelabui kawan berelasi, tanpa pretensi atau dengan pretensi.
Kecuali itu, mainan elektronik stasioner dan on-line pun merupakan aktivitas mandiri yang mengasyikkan dan menantang demi perolehan skor tertentu. Bahkan, bagi yang adiksinya terpaku pada keinginan ”coba-coba” kencan dengan teman dari dunia maya, memang akan terbuka kemungkinan terjadi perselingkuhan yang membahayakan keutuhan keluarga.
Jadi, yang awalnya dimaksudkan mengisi waktu luang, akhirnya menjadi kecanduan sekaligus tanpa disadari menggeser waktu pemenuhan tugas utama seperti belajar, membuat tugas, bahkan bagi suami/istri tidak memerhatikan keluarga dan pasangan. Tidak terhitung sudah jumlah siswa mogok sekolah, mahasiswa drop out, dan pekerja melepas status kerjanya demi memuaskan adiksi terhadap mainan tersebut.
Cara mengatasi
Bagi Ny T,
1. Sebelum diketahui suami, segeralah kembalikan isian status perkawinan suami yang tercantum dalam identitas suami seperti semula karena mengganti status tanpa izin akan menjadi hal yang bisa memperburuk relasi dengan suami. Setelah itu, segeralah membuat print out, apakah di USB atau di kertas.
2. Ajaklah suami menyisihkan waktu untuk membicarakan dengan serius masalah yang membuat perasaan Ny T tidak nyaman, gelisah, sulit tidur nyenyak, dan kekhawatiran terjadinya perselingkuhan kepada suami dengan menyertakan data print out tersebut. Nyatakan perselingkuhan sering berkembang dari kegiatan iseng-iseng, mengajak kencan, ketemu dengan lawan jenis karena alasan apa pun.
3. Nyatakan pula dengan lugas, Anda sangat mencintai dan bergantung secara emosional kepada suami dan tidak menginginkan terjadi sesuatu yang buruk di antara Anda dan suami.
Bagi suami Ny T dan para pembaca yang merasa sudah kecanduan internet eksesif, perilaku yang didasari adiksi sampai membuat keterpakuan eksesif terhadap jenis kegiatan tertentu jelas merupakan ekses keberadaan alat komunikasi dunia maya.
Pikiran dan konsentrasi orang adiktif seolah didominasi kecenderungan selalu melakukan kegiatan itu. Tanpa sadar waktu habis, tetapi tidak produktif. Kondisi adiktif jenis ini efek psikologisnya tidak berbeda dari adiksi obat-obatan terlarang dan alkohol, yaitu merusak diri dan relasi dengan orang-orang yang signifikan dalam kehidupan kita.
Artikel ini saya kutip dari sini, sekedar utk berbagi. Setidaknya kita bisa berhati-hati kalau memasuki dunia maya.
Apakah sampeyan ter- adiksi dunia maya ??
.




duh jadi sedih mbaca kisah si Ibu…
Ya…keterusterangan penting dalam dunia maya kalau memang benar-benar berniat mencari sahabat,misalnya status, dll
Dunia maya memang benar mampu menyediakan apapun yang tak bisa orang nikmati didunia nyata
-misalnya yg pendiam didunia nyata biasa saja dengan mudah mencari sahabat didunia maya.
-misalnya yang jelek , yang ngak pede dengan pertemanan didunia nyata…dengan pedenya bisa mencari sahabat didunia maya.
…semoga ada nilai positif yang bisa diambil dari kisah diatas.
Pasti ada sisi baik dan buruk…semoga kita mampu mengatur keseimbangan dengan dunia nyata dan diri kita sendiri.
wah…
saya juga mungkin bisa dibilang lagi addicted sama dunia maya ini…
tidak pernah seharipun saya bisa lepas dari internet kecuali emang ada hal yg membuat saya tidak bisa OL.
“rem” utk efek negatif di dunia maya ini yang kembali sama di pengguna, kalo emang tujuannya utk cari hal yg gak bener tersedia 1001 macam “hidangan” negatif, saya juga pernah coba2 utk masuk ke hal yang demikian, tapi akhirnya saya sendiri sadar kalo ternyata gak ada gunanya..hehehe..:)
lebih baik saya nge-blog, cari eman, informasi, dan cari teman2 saya dulu jam sekolah yang sudah lama sekali gak ketemu….
eh kepanjangan nih komennya..
salam kenal yah..
bonar
http://sihotang407.wordpress.com
makanya sebagai perempuan mesti melek internet juga, biar bisa ngawasin suami..
*ndak membantu sama sekali*
internet sangat membantu kita untuk komunikasi biar efektif dan efisien ….
di perusahaan tempatku kerja … wajib punya YM, maksudnya untuk komunikasi antar cabang / daerah lebih hemat melalui YM …. dan lebih bisa dipertanggung jawabkan karena bisa di print out.
memang dampak negatif dari itu banyak sekali, paling tidak kita selalu ingin tahu apa ini dan apa itu … termasuk situs xxx dan situs yang “mengundang”, yang penting tidak terpengaruh lah …. tapi yang positif juga banyak kok, contohnya punya CY ini dan Aling, termasuk yang lain2 positif sehingga membantu mempertebal iman dan spiritul, walaupun hanya sebatas silaturahmi …, belum bisa menjalaninya hehehe …
Dunia Maya memang menghanyutkan..kembali lagi ke individu maupun tujuan berselancar didunia maya..
biar bagaimanapun juga kita hidup didunia nyata,jangan sampai aktifityas bergaul di dunia maya mengganggu interaksi kita didunia nyata.
Sassie datang berkunjung, menawarkan jalinan persahabatan didunia maya..
diterima ya hehe
Salam ^^v
CY : Salam persahabatan dari saya juga…, semoga Sassie senantiasa berbahagia dan terbebas dari segala bentuk penderitaan…
hiks
sassie sudah tiada
Dear Ko CY..
Apa kabar anda hari ini, semoga senantiasa dalam kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan, ketentraman…
Terimakasih atas artikel ini Ko…,
Karena sepertinya, sekarang ini banyak yang ter-adiksi dunia maya tanpa disadari dirinya telah menjadi tidak produktif lagi.. .
Anumodana, sekali lagi
May U Take Care of Urself Happily
Sadhu,Sadhu,Sadhu.