Metoda Dasar Meditasi Bag.1
Juli 8, 2010 oleh CY
Artikel tentang Meditasi ini dibagi dalam 3 bagian. Semoga sahabat sekalian cukup rajin untuk menyimaknya sampai habis. Artikel ini saya kutip dan terjemahkan dari Situs http://www.jhanagrove.org.au/meditation.html
ditulis oleh Ajahn Brahm.
1.Perhatian terus menerus pada keadaan sekarang
“Tujuan dari meditasi ini adalah keheningan yg indah, dan kejernihan pikiran.”
Meditasi adalah jalan mendapatkan pelepasan. Dalam meditasi seseorang melepaskan kerumitan2 duniawi dengan tujuan mencapai kondisi yg tenang tenteram di dalam diri. Dalam semua tipe ilmu kebatinan dan tradisi, ini dikenal sebagai jalan setapak menuju pikiran yg murni dan kuat. Pengalaman pikiran murni, terlepas dari duniawi, adalah sangat luarbiasa dan bahagia. Sering dalam meditasi diperlukan usaha keras pada awalnya, tapi dgn punya keinginan bertahan dalam kerja keras tersebut dgn mengetahui akan membawa kita menuju pengalaman memasuki kondisi yg sangat indah dan penuh arti. Akan sepadan dgn kerja keras kita. Sudah hukum alam bahwa tanpa usaha maka tak akan mendapat hasil. Tak perduli orang biasa atau biksu, tanpa usaha tak akan kemana2 baik itu dlm meditasi ataupun hal lain.
Hanya usaha saja tentu tidak cukup. Usaha perlu dilakukan dgn keahlian. Artinya mengarahkan energi anda di tempat yg tepat dan mempertahankannya disana sampai tugas selesai. Usaha yg disertai keahlian tak akan mengganggu anda, melainkan menghasilkan kedamaian yg indah di kedalaman meditasi. Dalam rangka mengetahui kemana usaha anda akan diarahkan, mesti punya pemahaman yg jelas ttg sasaran utama dari meditasi. Sasaran meditasi ini adalah keheningan yg indah, penghentian dan kejernihan pikiran. Jika bisa mengerti sasaran tersebut maka tempat utk meletakkan usaha anda, atau bisa diartikan mencapai sasarannya, akan menjadi sangat jelas.
Usaha tsb. Di arahkan ke membiarkan, utk mengembangkan pikiran yg cenderung menuju pelepasan. Satu dari sekian banyak sabda yg sederhana tapi sangat bermanfaat dari Guru Agung Buddha adalah “Meditator yg pikirannya cenderung menuju pelepasan gampang utk mencapai Samadhi”. Meditator yg demikian hampir otomatis memperoleh kondisi kebahagiaan di dalam. Sabda Sang Buddha menjelaskan bahwa penyebab utama untuk mencapai meditasi yg dalam sehingga mencapai kondisi yg kuat adalah kemauan utk melepaskan, merelakan dan meninggalkan. Selama meditasi, kita tak boleh mengembangkan pikiran yg memegang pada suatu hal, melainkan kita mengembangkan pikiran yg mau utk melepaskan kemelekatan akan hal-hal, melepaskan beban. Diluar meditasi kita harus membawa beban dari banyak tugas-tugas kita, seperti begitu banyak kopor yg berat, tapi waktu meditasi tak perlu begitu banyak kopor yg dibawa. Jadi, dalam meditasi dilihat berapa banyak bawaan yg bisa kita tinggalkan. Pikirkan hal2 tersebut sebagai beban kelas berat yg menekan anda. Lalu anda harus punya sikap yg tepat utk meninggalkan benda2 tersebut, melepaskan mereka dengan bebas tanpa melihat lagi kebelakang. Kemauan, sikap, pergerakan pikiran seperti ini yg menuju kepada penyerahan, inilah yang akan menuntun anda ke dalam meditasi yg dalam. Walau selama tahap awal meditasi, coba apakah anda dapat menghasilkan energi pelepasan dari kemelekatan, kemauan utk melepaskan hal-hal sejauhnya, dan sedikit demi sedikit sikap pasrah akan muncul. Saat anda membuang sejauh2nya hal2 di pikiran maka akan terasa lebih ringan, tanpa beban dan bebas. Dalam cara meditasi, pelepasan hal-hal ini akan muncul dalam tahapannya langkah demi langkah.
Anda boleh melalui tahap inisialisasi awal dengan cepat jika memang diinginkan, tapi berhati-hati bila melakukannya. Terkadang, ketika melalui tahap awal terlalu cepat, anda akan temukan bahwa persiapannya belum lengkap. Seperti membangun ruko dengan fondasi yg lemah. Strukturnya akan naik dengan cepat, namun turunnya juga cepat. Jadi lebih bijaksana menghabiskan lebih banyak waktu di fondasinya, membangun dasar yg kokoh dan stabil. Sehingga saat beralih ke tahapan lebih tinggi, yaitu kondisi meditasi yg membahagiakan, maka akan stabil dan kokoh juga. Setiap mengajarkan meditasi, saya suka mulai dari tahap yg paling sederhana yaitu melepaskan semua bawaan dari masa lalu dan masa depan. Anda boleh berpikir ini hal yang mudah dilakukan, terlalu mendasar. Namun bila anda memberi kemauan penuh dalam hal ini, tidak mendahului ke tahap meditasi yang lebih tinggi sampai tercapai sasaran mempertahankan perhatian pada saat sekarang, ke depannya anda akan temui bahwa anda telah membentuk fondasi yang sangat kokoh untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Membuang masa lalu artinya tidak memikirkan pekerjaanmu, keluargamu, komitmenmu, tanggung jawabmu, sejarahmu, saat2 buruk atau indah di masa kecil.., anda melepaskan semua pengalaman masa lalu dengan menunjukkan ketidak tertarikan pada hal-hal itu. Anda menjadi seseorang yg tanpa sejarah selama waktu meditasi. Bahkan tidak terpikir anda datang darimana, lahir dimana, siapa orangtua dan latar belakang pendidikan anda. Semua sejarah itu dilepaskan dulu dalam meditasi. Dengan cara ini, semua org yg ada dalam retreat meditasi menjadi sama, hanya seorang meditator. Menjadi tak penting sudah berapa tahun anda bermeditasi, seorang pakar atau pemula. Jika anda melepaskan semua sejarah maka kita semua akan menjadi sama dan bebas. Kita membebaskan diri dari perhatian2 ini, persepsi dan pikiran yg membatasi kita dan menghambat kita mengembangkan kedamaian dalam pelepasan. Jadi tiap bagian dari sejarahmu biarkan lepas, bahkan sejarah ttg apa yg dialami selama retreat, bahkan ingatan akan hal yg baru terjadi bbrp saat lalu. Dengan cara ini, anda tidak membawa beban dari masa lalu ke masa sekarang. Apapun yg baru terjadi anda tak tertarik lagi dan anda lepaskan. Tidak mengijinkan masa lalu berkumandang dalam pikiranmu.
Ada orang bilang masa lalu dapat dijadikan pelajaran untuk menemukan solusi. Namun, anda harus paham disaat menatap pada masa lalu anda melihat melalui lensa yg terdistorsi (kotor). Apa yg anda pikirkan, dalam kenyataannya tidak seperti yg anda pikir. Itu sebabnya orang2 berdebat tentang apa yg sebenarnya terjadi, walaupun baru bbrp saat lalu. Sering terjadi saat polisi menyelidiki kecelakaan lalu lintas yg walau baru terjadi setengah jam lalu, dua saksi mata yang berbeda, dua-duanya jujur, akan memberikan kesaksian yg berbeda. Ingatan kita tak cukup layak dipercaya. Jika anda sadar betapa tak bisa diandalkannya ingatan kita, maka anda tak akan menghargai pemikiran akan masa lalu. Lalu boleh anda lepaskan. Boleh anda kuburkan, seperti mengubur orang yang telah meninggal. Letakkan dalam peti mati dan kuburkan, atau di kremasi, lalu selesai sudah. Jangan bergantung ke masa lalu. Jangan dibawa lagi petimati kejadian2 lalu di kepala anda. Kalau masih dilakukan hanya memperberat diri sendiri dengan beban yg tak seharusnya untuk anda. Biarkan masa lalu pergi dan anda akan mampu terbebas di saat sekarang.
Demikian juga dgn masa depan, antisipasinya, ketakutan2nya, rencana2nya, dan pengharapan2, biarkan semua itu lepas. Sang Buddha pernah bersabda tentang masa depan, “Apapun yg engkau pikir akan terjadi, selalu akan berbeda dengan yg engkau pikir. Bagi yg bijak masa depan adalah tak pasti, tak diketahui dan tak bisa ditebak. Cukup bodoh rasanya untuk mengantisipasi masa depan, dan senantiasa memboroskan waktu utk memikirkan masa depan dalam meditasi. Saat anda bekerja dgn pikiran, anda akan temukan bahwa pikiran itu aneh. Ia bisa melakukan hal2 yg ajaib dan tak terduga. Sangat umum bagi meditator yg mengalami saat2 sulit mencapai kedamaian, duduk sambil berpikir, “Lagi-lagi jam-jam penuh frustasi”. Walau mereka mulai berpikir spt itu, antisipasi kegagalan, hal yg aneh muncul dan mereka masuk ke dalam meditasi yg damai.
Baru2 ini terdengar seseorang dalam 10 hari pertama retreat-nya. Setelah hari pertama tubuhnya ngilu disana-sini dan ingin pulang. Gurunya berkata,”Tinggallah sehari lagi dan rasa sakit akan menghilang, saya jamin.” Maka dia tinggal sehari lagi, rasa sakit bertambah parah sehingga ingin pulang lagi. Gurunya mengulangi,”Sehari lagi rasa sakit akan hilang”. Dia tinggal sampai hari ketiga dan rasa sakit bertambah parah. Selama sembilan hari, saat sore dia menghadap gurunya dengan penuh kesakitan, minta pulang dan gurunya akan berkata,” Sehari lagi rasa sakitnya akan hilang,” Sungguh diluar dugaan dia, di hari terakhir saat dia mulai duduk pertama kali utk pagi itu, rasa sakitnya hilang! Dan tidak kembali lagi. Dia bisa duduk cukup lama tanpa rasa sakit lagi. Dia sangat takjub akan keajaiban pikiran dan bagaimana pikiran bisa menghasilkan sesuatu yg tak terduga. Jadi anda tidak tau akan masa depan, bisa jadi masa depan itu aneh dan sama sekali diluar dugaan. Pengalaman seperti ini memberi anda kebijaksanaan dan keberanian membatalkan semua pikiran tentang masa depan dan semua dugaan.
Saat anda meditasi dan berpikir,”Berapa menit lagi harus dijalani?” Berapa lama lagi harus kutahan ini?” itu pertanda anda mengembara lagi ke masa depan. Rasa sakit mungkin hilang dalam beberapa saat. Saat berikutnya mungkin kebebasan. Anda tidak bisa mengantisipasi apa yg akan terjadi. Saat dalam retreat, setelah bermeditasi dalam banyak sesi, anda mungkin berpikir tak ada satupun sesi yg cukup bagus meditasinya. Di sesi meditasi berikutnya anda duduk dan semuanya menjadi penuh kedamaian dan mudah. Anda berpikir “Wow! Sekarang saya bisa meditasi!” Tapi yg berikutnya kembali jelek. Apa yg terjadi ?” Guru meditasi pertama saya memberitahu sesuatu yg terdengar agak aneh. Kata dia tak ada meditasi yg buruk. Dia benar. Semua meditasi yang anda sebut buruk, frustasi dan tidak memenuhi harapan anda, semua meditasi itu adalah saat anda berusaha keras untuk “gaji” yg akan anda terima.
Seperti seseorang yg pergi bekerja sepanjang hari Senin dan tak mendapat uang di penghujung hari tersebut. “Untuk apa saya lakukan ini?”, pikirnya. Dia bekerja sepanjang Selasa dan kembali tak mendapat apapun. Satu lagi hari yg buruk. Sepanjang Rabu, sepanjang Kamis, dan masih tak ada hasil dari kerja kerasnya. Empat hari yg buruk berturut-turut. Kemudian datanglah Jumat, dia melakukan kerjaan yang sama dan di penghujung hari itu boss memberi dia bayaran. “Wow! Kenapa tak setiap hari menjadi hari gajian?!”
Kenapa tak setiap meditasi menjadi hari gajian?” Sekarang pahamkah anda persamaannya? Dalam meditasi yg sulitlah anda membangun prestasi anda, dimana anda membangun penyebab kesuksesan. Sembari berusaha mencapai kedamaian dalam meditasi yg sulit, anda membangun kekuatan, momentum untuk mencapai kedamaian. Kemudian bila sudah cukup kualitas2 yang bagus, pikiran akan beranjak ke meditasi yang bagus dan rasanya seperti “hari gajian”. Dalam meditasi2 yg buruklah kebanyakan usaha-usaha yg anda lakukan. Dalam retreat baru2 ini di Sidney, selama waktu interview, seorang wanita memberitau saya bahwa dia pernah marah pada saya sepanjang hari, tapi untuk dua alasan yang berbeda. Dalam meditasi terdahulunya dia mengalami waktu yang sulit dan marah pada saya karena tidak membunyikan bel lebih awal untuk menghentikan meditasi. Dalam meditasi berikutnya dia memasuki kondisi kedamaian yang indah dan marah pada saya karena terlalu cepat membunyikan bel. Padahal sesi-sesinya semua sama panjang, satu jam pas. Jadi tak bisa salahkan guru karena membunyikan bel.
Inilah yang akan terjadi saat anda merencanakan persiapan untuk masa depan, dengan berpikir,” Berapa menit lagi bel akan berbunyi?” Itulah saatnya anda menyiksa diri sendiri, anda memikul beban berat yg seharusnya bukan urusan anda. Jadi berhati-hati jangan membawa kopor yg berat berisi “Berapa menit lagi akan berakhir?” atau “Mau ngapain lagi berikutnya?” Jika itu yang anda pikirkan berarti anda tidak memperhatikan hal2 yang sedang terjadi saat ini. Anda bukan sedang bermeditasi itu namanya. Anda kehilangan alurnya dan sedang mencari masalah. Dalam kondisi meditasi jagalah perhatian anda terhadap masa sekarang, pada titik dimana anda bahkan tak tau hari apa itu atau jam brapa, pagi? Sore? – tak perlu tau! Yang perlu anda tau adalah momen apa sekarang ini — saat ini! Dengan cara ini anda tiba di skala waktu biara yang indah dimana anda sedang bermeditasi saat ini, tidak menyadari berapa menit sudah berlalu atau yang masih tersisa, bahkan tidak ingat hari apa.
Dulu, saat menjadi biksu muda di Thailand, saya bahkan lupa tahun berapa saat itu! Luar biasa hidup dalam dunia tanpa waktu, dunia yang bebas dari kendali waktu seperti dunia normal dimana kita berada sekarang. Dalam dunia tanpa waktu, anda mengalami saat ini, sama seperti makhluk bijaksana yg telah mengalami saat yang sama ini selama ribuan tahun. Selalu seperti ini, tiada beda. Anda masuk ke dalam kenyataan sekarang. Kenyataan sekarang bagus sekali dan mempesona. Saat anda melepaskan semua masa lalu dan masa depan, rasanya seperti anda hidup kembali. Anda disini, anda sadar. Inilah kondisi pertama dari meditasi, kesadaran ini hanya terhadap saat ini. Mencapai sampai sini, anda sudah melakukan hal yg bagus. Anda sudah melepaskan beban pertama, yg menghentikan meditasi mendalam. Jadi berusaha keraslah untuk mencapai kondisi pertama ini sampai benar-benar terbentuk kokoh. Selanjutnya kita akan memoles kesadaran saat ini kedalam kondisi kedua dari meditasi — kesadaran hening saat ini.
Like this:
Be the first to like this post.
Ditulis dalam Kisah | 1 Komentar
Tinggalkan Balasan
meditasi adalah permulaan untuk belajar hidup suci dan sebagai standarnya adalah suara dan cahaya. jadi? tidak ada pandangan terang selain melakukan meditasi dan selalu berpondasi TRIRATNA. tks
CY : Objek meditasi ada beberapa, cahaya dan nafas termasuk diantaranya. Yg paling ideal biasanya nafas. fokus di nafas masuk dan keluar. Demikian sekilas.