Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘opini’ Category

Pernah menikmati film yg berisi bermacam rasa? Yang membuat kita tertawa, menangis, marah, tersenyum, geram dan berbagai perasaan lain sekaligus dalam waktu bersamaan?  Kalau belum, silakan nikmati “Slumdog Millionaire” besutan sutradara Danny Boyle. Film yang memenangkan 8 piala Oscar dan meraup lebih kurang 326 Juta dollar Box-Office ini menyuguhkan pemandangan yang begitu alami tentang keadaan di pemukiman kumuh di Mumbai, India. Tak lupa membanjiri kita dgn berbagai macam problema yg dialami oleh kalangan miskin disana.

Film dimulai dgn dua orang polisi yg sedang menginterogasi seorang pemuda dengan berbagai siksaan brutal sampai pingsan. Berusaha memaksa pemuda itu mengaku kalau telah melakukan penipuan. Pemuda itu bernama Jamal, kontestan “Who Wants to be A Millionaire” versi India. Jamal telah berhasil memenangkan 10 Juta Rupee ( US$200.000) dan telah tiba pada pertanyaan terakhir utk memenangkan 20 Juta Rupee yg dijadwalkan berlangsung esok harinya. Pembawa acara merasa curiga karena seorang pemuda tak bersekolah dari kawasan kumuh berhasil menjawab berbagai pertanyaan sulit di acara favorit tersebut, sehingga melaporkan pemuda tersebut ke polisi atas tuduhan penipuan. Uniknya, jawaban setiap pertanyaan dalam acara tersebut ada hubungannya dengan pengalaman masa kanak-kanak Jamal yang tak terlupakan di kawasan kumuh tempat tinggalnya. Itulah kuncinya mengapa setiap pertanyaan berhasil dijawab dengan tepat. Dari potongan kisah ini sekaligus menyadarkan bahwa dalam mengadili seseorang kita selalu hanya memandang penampilan luarnya saja. Orang miskin tak bersekolah dari kawasan kumuh “pasti” bodoh dan tak tau apa2. Begitulah skema yg sudah terpatri dlm pikiran kita.

Film ini juga menyuguhkan sebuah dilema yang selama ini mungkin tak terpikir oleh semua orang. Sebuah potret kehidupan anak2 jalanan yang dimanfaatkan oleh sekelompok orang tak bertanggung-jawab. Anak-anak yg seharusnya menikmati kehangatan keluarga di usia belia tersebut di latih dan dipaksa untuk mengemis. Ada penggalan film yg membuat kita berlinang airmata sekaligus marah, adegan dimana seorang anak dilatih agar mahir bernyanyi dengan suara emasnya namun setelah pandai anak tersebut di butakan matanya dgn air keras supaya membuat orang iba dan memberi sedekah saat dia menyanyi sambil mengemis. Hal tersebut bukan sekedar cerita karangan sutradara atau penulis naskah, melainkan kisah nyata yg sering terjadi di dunia anak2 jalanan. Jadi, dimana dilemanya?  Tentu saja dilemanya saat kita hendak memberi sedekah, kalau kita beri maka organisasi anak2 jalanan akan makin kokoh menancapkan kakinya. Kalau tak kita beri, berat sekali siksaan yg bakal diterima anak2 tersebut kalau setoran hariannya tak cukup. Sementara para pejabat hanya sibuk dgn targetnya utk memenangkan pemilu berikutnya serta sibuk membagi2kan jatah koalisi partai.

Yang paling ironis adalah kehidupan nyata bintang2 cilik dalam film peraih Oscar tersebut. Coba Klik link ini,  http://seattletimes.nwsource.com/html/entertainment/2009222264_slumdog150.html

Bocah 10 tahun pemeran “Slumdog Millionaire” diusir dari rumah kumuhnya oleh polisi dgn tongkat bambu. Beberapa menit kemudian gubuk reot yg dia sebut “rumah” itu di buldoser berikut lusinan gubuk2 ilegal lainnya di kawasan kumuh Mumbai, India.

Nasib gadis cilik pemeran Latika saat kecil tak kalah menggenaskan saat ayahnya mencoba menjual dirinya kepada penawar tertinggi. Klik saja beritanya di sini http://www.newsoftheworld.co.uk/news/271325/Slumdog-Millionaire-star-Rubina-Ali-who-played-Latika-is-offered-for-sale-by-dad-Rafiq-Qureshi-to-the-News-of-the-Worlds-Fake-Sheikh.html

Anak-anak tersebut dibawa dari dunia penuh derita dan kekurangan ke dunia gemerlap dan berjalan melalui karpet merah sebagai tamu di pesta meriah  piala Oscar penuh keangkuhan dunia, diberi toss oleh seluruh Hollywood, kemudian dilempar kembali ke dunia nyata dimana mereka hidup bersama keluarganya dalam kemelaratan. Istilah kasarnya “Nama begitu populer tapi kantongnya cekak”. Kalau sudah begitu “Apalah arti sebuah nama??”

Kisah-kisah dalam film ini mirip sekali dengan kawasan-kawasan kumuh di Indonesia. Setiap adegan ttg kemelaratan dan penderitaan dalam film ini selalu mengingatkan saya tentang kondisi-kondisi rakyat miskin di negara kita. Oh ya, satu lagi gambaran yg mirip yaitu agama mayoritas menindas dan melakukan penganiayaan terhadap agama / aliran minoritas. Dalam film itu bahkan anak-anak yg berbeda kepercayaan dikejar dan diburu untuk dihabisi, sebuah potret kehidupan yg layak kita renungkan  untuk mengoreksi gaya hidup beragama yg seperti tidak beragama.

Kesimpulannya, film ini benar-benar menyuguhkan semua sisi kehidupan level bawah yang kompleks dan penuh hiruk pikuk. Bahkan pemeran Latika cilik sepulang dari acara penyerahan piala Oscar di Hollywood mengatakan dirinya ingin bisa keluar dari lingkungan kumuhnya yg penuh teriakan dan makian, sangat jauh dibandingkan kondisi tenang hotel tempat dia tinggal selama acara berlangsung. Semua kisah dalam kehidupan nyata kalangan miskin dan perkampungan kumuh ada disini. Dari kwalitas pendidikan yang amburadul, minus air bersih, eksploitasi kanak-kanak, pelacuran, pengangguran, konflik agama, premanisme sampai jual-beli narkoba.

Dan di akhir film, saya hanya bisa menghela nafas melihat beratnya kehidupan yang harus dilalui anak-anak terlantar dikawasan kumuh kita. Kapan ada uluran tangan dari yang namanya “wakil rakyat” yang tinggal di istana berlantai granit dan bisa tidur nyenyak di kasur lateks serta bepergian dgn “kereta kencana” keluaran terbaru, yg jauh sekali dari dan bahkan jarang sekali melihat semua ke-kumuhan tersebut. Rupanya rakyat diwakili hanya di bagian-bagian senangnya saja, sementara bagian susahnya tanggung sendiri. Masih pantaskah menyandang nama “Wakil rakyat” ??  Silahkan mencari berbagai alasan pembenaran.

Read Full Post »

Ketika membaca ttg robot Aiko di blog Kweklina. Terbaca komentar seperti ini :

gimana pun juga dia hanyalah robot yang diciptakan oleh tangan manusia – yang tak lepas dari ketidaksempurnaan.

Sesempurnanya karya cipta manusia tak akan ada yang menyaingi kesempurnaan ciptaan Tuhan.

Apakah anda menemukan kontradiksi di kalimat tersebut?  (lebih…)

Read Full Post »

”Selamat siang, Bu. Saya tinggal di B, sudah berkeluarga selama delapan tahun dengan anak satu orang. Saya sedang bingung dengan kelakuan suami (36).

”Dari dulu saya tidak pernah menyetujui dia memasang internet di rumah karena takut dia akan kecanduan internet. Benar saja Bu, setiap ada kesempatan di rumah, dia pasti langsung on di internet. Dia juga jadi anggota Friendster, Persport, facebook, Date in Asia, dan lainnya yang saya tidak paham.

Di profilnya dia tidak pernah menyebut sudah menikah. Kalau tidak dikosongkan, statusnya diisi domestic partner. Kan, lucu ya, Bu?

Yang lebih menyebalkan, dalam profilnya disebut mencari teman perempuan untuk ”beraktivitas”, mencari teman kencan!!! Gila, kan, Bu. (lebih…)

Read Full Post »

Dua hari yg lalu di tengah2 sakit kepala yg berdenyut sambil menonton televisi. Saya membaca berita di baris bawah ada tulisan “SBY isyaratkan bensin akan turun lagi”. (lebih…)

Read Full Post »

Seperti yang kita tahu, banyak pro dan kontra tentang MLM. Baik itu Tianshi, Amway, Sophiemartin, CNI, Tupperware, Viamore dan lain sebagainya. Saya tergelitik ikut membuat postingan tentang ini dalam rangka menetralisir pendapat yang pro dan kontra. 

Anda ingin sukses dan bebas finansial??  Bisa anda capai dengan ikut MLM ataupun berwiraswasta. Namun dengan syarat, harus punya mental baja dan siap jungkir balik dulu sebelum berada di puncak sukses.  Itu syarat mutlak, dan hanya sedikit yang sanggup memenuhi syarat itu. Selebihnya yang mayoritas hanya punya mimpi kaya tanpa bekerja terlalu keras, tipikal orang malas yang manja. Saya bukan menghina, tapi hanya membuka kesadaran setiap diri kita masing2. 

Siapa bilang MLM tidak bisa sukses?? 

Saya punya dua orang tante yang menekuni MLM dan dua2nya sukses bahkan menyekolahkan anaknya ke luar negeri murni dengan pendapatan dari MLM. Salah seorang tante saya adalah janda beranak tiga. Sekarang beliau lebih sering mendapat trip keluar negeri jatah dari MLM yg diikutinya, mendapat laptop gratisan dan sebagainya. Yang seorang lagi punya beberapa rumah di kota2 berbeda.  Tapi taukah anda, betapa jungkir baliknya mereka saat memulai dari nol?? Pusing tujuh keliling memikirkan strategi marketing mereka sambil terancam biaya hidup/sekolah ketiga anaknya?? Pernahkah anda tau stress mereka sampai menangis sendirian di kamar sepi memikirkan kondisinya sebelum sukses dulu?? Ataupun saat menangis sambil curhat di depan saya waktu ditinggal suaminya yg pindah ke wanita lain?? 

Siapa bilang Wiraswasta tidak bisa sukses dgn modal kecil??

Saya punya seorang paman yang memulai usahanya dari nol sebagai salesman, dan kemudian dengan modal kecil beralih menjadi wiraswasta. Dan sekarang punya beberapa rumah di Jakarta dan Medan, bahkan di Australia. Tapi taukah anda saat mereka suami istri memulai usahanya dulu??  Mereka tidur hanya 4 jam sehari. Paginya harus memasarkan produk mereka dan memprospek sales2 baru dan malamnya harus menyusun pembukuan. Dan pagi2 sekali harus menyiapkan produk. Jungkir balik se parah-parahnya. Tapi mereka tetap gigih dan berpikir positif, mereka tidak punya pendidikan tinggi dan hanya itu kemampuan mereka. Jadi mereka fokus ke sana dan ternyata sukses besar berhasil diraih hanya dalam 4 tahun sudah punya dua rumah di kawasan elit Medan. 

Siapa bilang pekerja kantoran tidak bisa sukses??

Saya punya seorang sepupu dari pihak istri, dulu waktu melamar hanya dapat posisi karyawan biasa. Karena keuletan dan keahliannya di bidang hukum dia diangkat menjadi manajer personalia. Dan karena kepiawaiannya dalam menjadi jembatan antara pemerintah dan perusahaannya maka sekarang dia sudah menduduki peringkat satu di salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Mayoritas wewenang pemilik perusahaan dipercayakan ke tangannya. Bahkan sekarang sudah punya perusahaan sendiri yang dikelola oleh adiknya. Tapi taukah anda berapa banyak hinaan yang pernah dia terima dulu?? Betapa sulitnya dia membiayai keluarganya dan adik2nya sekolah dulu sampai jungkir balik?? 

Jadi intinya, semua jenis usaha bisa sukses. Hanya saja tak semua orang punya mental baja dan kemauan keras untuk bertahan dalam topan badai kehidupan. Maunya sih ongkang2 kaki trus jadi konglomerat. Setiap orang punya bakat dan ketrampilan berbeda, ini yang perlu kita temukan di awal2 langkah menuju sukses. Bila bakat dan ketrampilan sudah sesuai maka tinggal mengikuti alurnya dan banting tulang maka kesuksesan pasti berhasil diraih. 

Ada yang punya bakat salesman, ya ga mungkin sukses jadi IT. Ada yang punya bakat bikin kue dan roti2 ya ga mungkin sukses buka bengkel. Ada yang punya bakat merintis karir kantoran ya ga mungkin sukses di wiraswasta. Semuanya adalah trial dan error utk menemukan bakat terpendam kita,  Memang benar orang sukses ada di Quadran B, tapi yg masuk Quadran B itu pasti sudah pernah jungkir balik dengan segala trial and error.  Hanya saja….

 

Beranikah korbankan zona aman anda demi mencapai impian?? 

No Risk No Gain  my friend…   😀

Read Full Post »

Ada satu jawaban dari teman yg punya ID  Noname di postingan ttg Harun Jusuf,  seperti ini :

CY, Iblis/Setan adalah makhluk yang tidak diampuni oleh Tuhan. Sorry pernyataan kamu itu adalah salah sama sekali. Ini bukan personal attack, tapi kenyataan yang ditulis dalam alkitab. Pernyataan Alkitab yang menuliskan kasihilah musuhmu berada di dalam ruang lingkup antar manusia. Aneh sekali Jika Allah menyuruh kita mengampuni kalau Iblis sekalipun, kalau Allah sendiri tidak akan mengampuni Iblis.

Ada beberapa pertanyaan yang menyangkut hal ini. Anda bisa saja bertanya kenapa manusia yang berdosa bisa diampuni Tuhan, tetapi Iblis tidak bisa. Jawaban sangat simple, Dosa yang terjadi dengan Lucifer berada di dalam kekekalan si surga. Camkan hal ini, kekal, tidak ada penebusan. Kita bisa diskusi lebih dalam lagi, karena hal ini ada di dalam kitab Kejadian. Manusia berada diantara kesementaraan dan kekekalan. Manusia hidup didalam dunia sementara sedangkan jiwa kita kekal.

Saya mendapat jawaban seperti itu krn saya menganggap bahwa kalimat “Kasihilah Musuhmu” yg diucapkan oleh Yesus juga berlaku utk iblis. (lebih…)

Read Full Post »

Uffss  topik agama lagi,  ya saya tau topik seperti ini memang rawan perpecahan. Tapi tujuan saya menulis artikel ini justru ingin meluruskan kesalahpahaman yang umum terjadi yang pada gilirannya malah menyebabkan perpecahan, minimal perang dingin karena saling bagi cap “sesat”. Mungkin pembahasan ini sudah basi, tapi saya cukup tergelitik utk menulis kembali.  Akibat dari percakapan singkat dengan teman baru yg kebetulan agamanya sama dengan agama saya dulu sebelum berpindah ke Buddhisme.  Si teman berkata demikian, (lebih…)

Read Full Post »