Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Buddhisme’

Prolog :
Yadisam labhate bijam
Tadisam labhate phalam
Kalyanakari ca kalyanam
Papakari ca papakam

Sesuai dgn benih yang telah ditabur
Begitulah buah yang akan dipetiknya
Pembuat kebaikan akan menerima kebaikan
Pembuat kejahatan akan menerima kejahatan
(Samyuta Nikaya, 1.293)

Artikel ini saya tulis utk menambah wawasan ttg nasib, takdir, dan bagaimana merubahnya. Tulisan ini sekedar berbagi pencerahan untuk yang berminat, bagi yang tak berminat  ga usah dibaca. Tentu saja nuansa Buddhisme nya cukup kental, namun aplikasinya universal dan bisa dilakukan siapapun dan dimanapun.
Mari kita mulai.

Banyak orang yang menghadapi berbagai rintangan dlm perjalanan hidupnya. Kegagalan dalam usaha atau kegagalan dalam perkawinannya maupun penderitaan karena penyakit. Dalam perjalanan hidup ini banyak sudah kita saksikan orang miskin menjadi sukses dan kaya namun tak kalah banyaknya orang sukses yang mengalami kegagalan dalam hidup. Manusia benar-benar terikat kuat oleh nasib yang telah ditakdirkan. Segala kesuksesan, kegagalan, kegembiraan dan kesedihan, pertemuan dan perpisahan, berbagai macam pengalaman semuanya dikendalikan oleh nasib dan takdir. Sedikitpun tak bisa meloloskan diri dari nasib yg telah di takdirkan. Tak sedikit orang berusaha merubah nasibnya namun lebih banyak yg tak tahu bagaimana dan apa prinsip utama merubah nasib. Dan memang tak mendapatkan cara yang tepat hingga akhirnya menjadi sia-sia belaka. (lebih…)

Read Full Post »

Kisah nyata ini saya kutip dari blog Bhante Nyanabhadra karena luar biasa, saya kagum sekali atas ilmu pengendalian diri tingkat tinggi yg dimiliki Avalokiteshvara Kinh Tam. Kiranya bisa menjadi teladan bagi kita semua dijaman yg makin semrawut dan penuh emosi yang meledak-ledak ini. Mari kita mulai…

Ada seorang anak perempuan kecil bernama Kinh, dia lahir di Vietnam utara zaman dahulu. Orang tuanya berharap kelahiran seorang pria, namun yang lahir adalah perempuan, walaupun demikian mereka tetap bahagia dan memberikan nama kecil Kinh kepadanya. Kinh berarti “respek, yang disanjung tinggi”. Sebuah nama indah. Anda menghormati orang lain, binatang, termasuk menghormati kehidupan tumbuhan dan mineral. Menghormati kehidupan, menghormati kehidupanmu juga kehidupan mereka dekat denganmu. Kinh seorang perempuan cilik cantik, seperti setangkai bunga. Kinh sering bersama ibunya berkunjung ke wihara dekat desanya untuk memberikan persembahan bunga teratai kepada Buddha dan mendengarkan ceramah dharma yang diberikan oleh biksu. Kinh senang mendengar dharma.

Kink punya niat besar untuk menjadi biksu, karena dia melihat bahwa biksu hidup bahagia dan bisa menolong banyak orang. Dia ingin menjadi biksu, karena berlatih, tinggal di wihara, semua tampak begitu indah dan damai. Ia senang dengan sikap para biksu, pergi dan datang dengan penuh kelembutan, menyentuh segala sesuatu dengan penuh hormat. Ia begitu senang terhadap dharma walaupun ia masih sangat kecil. Dia bertanya-tanya apakah bisa menjadi seorang biksu, tentu saja mereka jawab tidak, tidak untuk perempuan. Ajaran Buddha baru saja masuk ke Vietnam dan hanya ada wihara untuk biksu, mungkin ada wihara untuk biksuni namun sangat langka. Pada waktu itu belum ada pesawat terbang, tidak ada bus, jadi Kinh tidak terpikir untuk pergi ke tempat lain. Dia tidak bahagia karena tidak bisa menjadi biksu hanya karena dia seorang perempuan. Tampaknya dia frustasi, dia percaya bahwa perempuan juga bisa berlatih seperti seorang biksu, hidup bahagia dalam dharma seperti mereka. (lebih…)

Read Full Post »